Puisi ini tercipta saat sang penulis sedang asik
mengupil dengan liarnya. Dengan sengaja dan dadakan, lahirlah puisi ini. Suka
cita dan suara kentut dengan nada do=C mengiringi lahirnya puisi ini.
Berikutlah sajak-sajak penuh makna yang bertuliskan dengan tinta merah jambu.
Wahai
tahun, sekarang kau sudah tahun 2013.
Sebelumnya
kau tahun 2012, sebelumnya lagi kau tahun 2011.
Saat
Ayahku lahir kau baru tahun 1956, saat Ibuku lahir kau baru tahun 1967.
Ketika
kakakku lahir kau baru tahun 1991, ketika aku lahir kau baru tahun 1996,
dan
ketika adikku lahir kau baru tahun 1997.
Oh
tahun, namamu tertulis di puisi ini banyak sekali.
Ketahuilah
tahun, tanpa kau, puisi ini tak mungkin ditulis :')
P.S : Karena gak ada
merah jambu jadi pake ungu. Hehehe.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar